Siapa diantara kalian yang punya teman, sahabat atau rekan kerja? Tinggal bersama anggota keluarga? Bagaimanakah rasanya? Bagaimanakah keadaannya? Selalu baik dan harmonis, rame, seneng? Bahagia, marah sedih atau jengkel? Bahkan membosankan?
Sebagai makhluk sosial kita tak bisa hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain, ya tidak selalu sih... hal ini pastinya sudah kita ketahui, kecuali kamu masih kelas 2 SD ya.. hhhe.
Berbagai kegiatan dalam satu hari berbagai macam, dari yang paling primer sampai hal yang tidak terduga, pekerjaan yang melelahkan sampai liburan yang menyenangkan. Tak semua yang kita inginkan akan berjalan sesuai dengan rencana. manusia dibekali dengan akal dan pikiran, itulah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.
Saya rasa pembukaannya terlau bertele- tele, bingung ya? Sama, aku juga, hehehe. To the point saja ya.
Manusia punya sifat yang berbeda- beda dalam menanggapi suatu masalah.Ada orang yang sangat mudah marah dan gampang tersinggung, ada juga orang yang selalu menganggap semua baik- baik saja dan tak mudah marah, ataupun pemaaf. Jika kita tinggal bersama orang yang pemaaf dan tak mudah tersinggung sih gampang saja, meski demikian kita tak boleh semena- mena memperlakukannya. Terkadang orang yang pemaaf dan baik itu dianggap bodoh dan lemah, maka tak jaran kasus pembulian disekitar kita. Saya tekankan disini, orang baik sama orang bodoh terkadang terdengar mirip, tapi tak sama.
Banyak orang diluar sana, bahkan mungkin menjamur disekitar kita, bersikap sangat egois dan menang sendiri (sama aja ya? hhehe). Merasa selalu benar dan tak mau mengerti orang lain, tak mau menempatkan dirinya seperti orang lain, entah karena memang dia tidak bisa merasa atau memang tak mau merasa. Bagaimanapun keadaannya dia tetap ingin menang, tetap dia yang benar, itu pasal satu, pasal kedua, kalau dia salah kembali kepasal satu, gubrakkkkkkk!!!!
Yang lebih merepotkan lagi kalau orang egois itu biasannya diikutii dengan sifat yang mudah tersinggung, mudah marah dan terlalu peka. Dia merasa bahwa apapun yang dialakukan orang lain kalau tidak sama dengan kehendaknya adalah suatu kesalahan atau dianggapnya sebagai tindakan kriminal yang membuat nyawanya terancam, wkwkwkwk, lebay. Tapi memang begitulah, seolah- olah orang lain adalah selalu jadi tersangka dan si doi adalah korbannya, sadis amat yee.
Kalau orang mau ngalah, saat dia tersinggung pasti milih diam dan melupakan juga memaafkan, itupin sulit untuk tersinggung karena kalau dia memeng orang baik pasti akan selalu berpikir positif. Karena sering kali apa yang terjadi disekitar kita hanyalah permainan batin kita sendiri yang suka menebak dan membuat cerita karangan sendiri apa yang dipikirkan orang lain terhadap kita, helllo,, itu hanya sugesti dan asumsi otak kotor kita saja. Nah, ada dua tipe orang yang mudah tersinggung dalam menyampaikan ketersinggungannya, yang pertama dia sangat mudah menyampaikan kemarahannya melalui tindakan dan marah dengan terbuka dengan menyampaikan keberatannya. Disini akan terlihat jelas ada sengketa terjadi dan mungkin akan memanas, seperti bara api cinta, cie elllah. namun tak lama akan reda jika salah satu mau mengalah dan mengungkapakan perminta maafan. Yang kedua adalah si egois yang mudah tersinggung tapi terlalu cemen untuk bilang bahwa orang lain salah. Biasanya cuma diam dan nggak mau ngomong banyak, ditanya diam, paling banter cuman jawab satu kata itupun dengan suara yang pelan, mirip nenek tua yang udah gak sanggup nelen bubur. Parahnya lagi kalau ditanya sama temannya" Jem, kamu marah ya sama aku, kok diem aja?" dengan tanpa rasa bersalah si paijem yang tersinggung ini menjawab" Gak kok". Gubrakkkk!!!
kalau kamu jadi temennya paijem ini, apa yang bakal kamu lakuin? kalau aku sih" BANG, LEMPAR SAJA HAYATI KERAWA- RAWA!"
Memang kita tak boleh menyakiti hati orang lain, dan sudah sangat wajib kita menjaga perasaan teman, saudara, keluarga, suami, istri, enyak, babe atau siapapun dengan selalu bersikap baik dan sopan. Tapi jangan salah, bersikap baikpun kadang dianggap salah oleh sebagian orang, karena agar kita tak dimarahi orang itu pada kenyatannya bukanlah berbuat sesuai peraturan dan tata krama, tapi berbuatlah sesuai apa yang orang lain minta. Karena kamu akan kena gampar penjahat ulung saat kamu tak menerima perintah jahatnya, begitulah kira- kira. Pusing? Sama, aku juga.
Next
Menjaga sikap dan lidah agar tidak salah bicara itu sangatlah susah, apalagi menjaga agar orang lain tidak marah dan tersinggung. Kita bisa sedikit mengendalikan apa yang kita perbuat tapi kita tidak bisa mengendalikan apa yang orang lain rasakan dan pikirkan. Biarkan mereka bermain- main dengan imajinasi mereka dan mensugesti otak mereka dengan menciptakan narasi dengan tokoh kita didalamnya. Tak bisa dipungkiri lama- lama kita akan ketularan membuat perkiraan mengapa Paijem diam- diaman, apakah karena sariawan, sakit gigi,atau marah pada kita, padahal sering kita tidak merasa melakukan kesalahan, tiba- tiba marah dalam diam, dibilangnya kita tidak peka, memangnya kita siapa, kita hanyalah manusia biasa yang tak bisa baca batin manusia. Kalau sudah begini mah, mnding bersikap sewajarnya saja, berbuat seperti biasa dan tak ada apa- apa, berpura- pura sangat bodoh dan yaa,, like a Spongebob ya, ihihihihi. Tapi kalau udah kelewatan ngalemnya,tegur aja tuh emak- emak rempong, atau bocah bernama Paijem tadi, tanya, ada apakah gerangan.
Tak terasa sudah cukup panjang ya tulisan ngawur ini, sudah bahasanya campuran dan gak baku, kata- katanya mbulet dan memusingkan, tapi, yang namanya belajar beginilah, ibarat anak bayi kalau lahir langsung lari kan ngeri. Ok, mohon maaf bila ada salah kata, tulisan ini tidak ditujukan untuk perseorangan atau siapapun tapi untuk hiburan dan bacaan semata, terimakasih. Mohon kritik dan saranyya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar